1000 Lilin Iringi Doa Bersama Warga Magelang untuk Korban Bom

Nyala lilin dalam doa bersama di bundaran Patung Soekarno Hatta Sawitan Kota Mungkid Kabupaten Magelang, Selasa (15/5/2018) malam. - Istimewa/Dok PWI Kabupaten Magelang
16 Mei 2018 16:37 WIB Nina Atmasari News Share :

Harianjogja.com, MAGELANG- Tragedi kerusuhan tahanan di Mako Brimob dan teror bom yang terjadi di sejumlah Surabaya menimbulkan keprihatinan semua warga Indonesia. Di Magelang, warga mengungkapkan keprihatinan dengan menyalakan lilin bersama.

Kegiatan ini digelar di bundaran Patung Soekarno Hatta Sawitan Kota Mungkid Kabupaten Magelang, Selasa (15/5/2018) malam. Ratusan warga dari lintas iman turut mendukung dan tenggelam dalam takzim doa bersama.

Sejumlah unsur yang ikut mengambil bagian yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Magelang, GenPI Magelang, Pesona Magelang, Polres Magelang, Jamaah Kopdariyah, FKUB Kabupaten Magelang, KNPI Kabupaten Magelang, Magnet Chanell, Borobuudur Plus, Borobudur News, Komunitas Mata Air, Seniman dan Budayawan Magelang dan BEM Universitas Muhamadiyah Magelang.

Warga mulai menyemut ke lokasi sejak lepas magrib. Kegiatan dimulai sekitar pukul 19.30 WIB. Sejumlah aksi digelar seperti music akustik perdamaian, orasi kebangsaan, pembacaan puisi, teaterikal, orasi kebangsaan, Doa Lintas Agama.

Puncaknya, peserta menyalakan 1000 cahaya lilin sebagai bentuk empati dan pesan damai mereka.

Ketua PWI Kabupaten Magelang Bagyo Harsono menjelaskan kegiatan ini merupakan wujud aksi nyata keprihatinan dan kepedulian terhadap ancaman bahaya terorisme di Negara Indonesia.

“Kami juga ingin menyampaikan dan membuktikan bahwa Kabupaten Magelang tetap aman, dimana masyarakat juga peduli dan toleran untuk menjaga persatuan kesatuan bangsa,” katanya.

Kegiatan itu juga dihadiri sejumlah tokoh di Kabupaten Magelang, yakni Kapolres Kabupaten Magelang, AKBP Hari Purnomo, Ketua DPRD Kabupaten Magelang Saryan Adiyanto, pengampu Jamaah Kopdariyah yang juga mantan Ketua DPRD, KH Ahmad Labib Ashori.

AKBP Hari Purnomo mengatakan situasi di Kabupaten Magelang saat ini kondusif. Ia meminta warga tetap menjaga kondisi keamanan di lingkungan masing-masing dan tidak terpancing oleh isu dan teror yang terjadi. "Mari doakan korban teroris agar diterima di sisi-Nya. Kita bersatu padu dengan keberagaman untuk menjaga NKRI,” katanya.

Saryan Adiyanto juga menegaskan bahwa rasa empati ini murni hadir dari diri sendiri yang hadir dalam acara ini tanpa paksaan maupun tendensi lain-lain. "Ini adalah doa kami untuk menunjukan rasa empati kita terhadap tergedi atau musibah yang terjadi beberapa hari terkahir ini di Indonesia,” ujarnya.