Belajar via Aplikasi Bisa Multiarah, Murah & Mudah

Ilustrasi smartphone - Ist
15 Mei 2018 10:35 WIB Sunartono News Share :
Adplus Tokopedia

Harianjogja.com, JOGJA—Aplikasi belajar melalui ponsel pintar berbasis android kian banyak. Satu lagi yang muncul adalah Classmiles. Diciptakan kreator asal Jakarta, aplikasi yang membantu siswa belajar jarak jauh bersama para tutor profesional ini dijajal di Jogja belum lama ini.

29 Maret 2018 menjadi pembuktian terselenggarakannya pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan sebuah aplikasi android. Aplikasi bernama Classmiles itu diciptakan oleh seorang praktisi informatika, Hermawan Eko Nugroho, lulusan STT Telkom Jakarta.

Hari itu, di Ruang Sidang Utama Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), bersamaan dengan seminar yang diikuti ratusan guru dalam ruangan, Hermawan juga menfasilitasi ribuan guru dari berbagai daerah di Indonesia untuk dapat mengakses secara langsung kuliah yang disampaikan Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy. Semuanya hanya dengan mengunduh aplikasi bikinannya di Google Playstore.

Aplikasi pembelajaran jarak jauh itu diciptakan untuk memberikan kemudahan belajar di era milenial. Mendukung pembelajaran multiarah, serba mudah, murah sekaligus mewadahi para guru atau siswa untuk les privat, klasikal hingga pelaksanaan seminar dengan tidak terbatas ruang waktu.

Aplikasi Classmiles ada tiga jenis, aplikasi ini dengan label gambar tiga tiang berdiri yang tengah paling tinggi. Jenis pertama khusus untuk pendaftar dari kalangan siswa sebagai peserta bimbel atau dinamai Classmiles Kids, kemudian aplikasi khusus untuk pengajar atau guru pengajar dinamai Classmiles Tutor dan Classmiles sendiri sebagai aplikasi umum yang bisa dipakai oleh mahasiswa dan para praktisi untuk mengikuti berbagai kegiatan ilmiah secara langsung yang terkoneksi melalui jaringan tersebut.

"Dalam aplikasi itu ada video audio yang bisa langsung tatap muka antara guru dan murid," kata Hermawan saat berbincang dengan Harian Jogja di UNY belum lama ini.

Hermawan membuat aplikasi itu karena selama ini pembelajaran jarak jauh lebih banyak dilakukan satu arah melalui video. Simulasi dan penelitian untuk membuat aplikasi itu telah dilakukan bertahun-tahun.

Tetapi, hasilnya terbilang memuaskan. Melalui Classmiles bisa dilakukan dua arah dengan menyesuaikan kondisi sinyal Internet setiap wilayah. Ia tak bermaksud mengambil pasar bimbingan belajar (bimbel) konvensional. Hermawan justru mengajak bimbel konvensional yang belum memiliki aplikasi dua arah untuk bergabung.

Aplikasi itu tidak hanya bisa digunakan pada pendidikan nonformal namun juga dapat diterapkan pada pendidikan formal jika ingin melakukan kuliah umum atau seminar tanpa harus mendatangkan pembicara. "Mau tutor profesional, tidak perlu tatap muka [fisik], bisa diselesaikan dengan aplikasi ini," ucapnya.

Di sisi lain, guru yang bergabung sebagai tutor akan menjadi mitra dan mendapatkan keuntungan finansial dari proses pembelajaran yang dilakukan. Kemudian siswa yang membutuhkan proses bimbingan belajar bisa bergabung dengan memilih privat atau klasikal dengan menyesuaikan anggaran yang diinginkan.

 

"Biayanya bukan kami yang menentukan tetapi guru atau tutor sendiri, dengan hitungan per 15 menit, bisa gratis juga. Tetapi tutor harus mendaftar lalu menentukan tarifnya, siswa mendaftar bisa memilih guru yang diinginkan. Semua dilakukan melalui aplikasi tersebut," ujarnya.

Untuk tutor yang akan menjadi pengajar tidak serta merta langsung bisa mendaftar, lebih dahulu timnya melakukan assessment untuk memastikan guru tersebut dapat mengajar dengan baik.

Di dalam aplikasi tersebut, akan diberikan label terverifikasi bagi guru atau tutor yang sudah memiliki kualifikasi mengajar. "Verifikasi dilakukan oleh tim kami, salah satunya melalui wawancara. Semua dokumen seperti ijazah harus dilampirkan ke kami," ungkapnya.

Hingga akhir April 2018, sudah ada sekitar 600 guru atau tutor dari dalam dan luar negeri yang bergabung, 300 di antaranya sudah terverifikasi. Namun Classmiles belum membuka pendaftaran secara resmi kepada pengguna di kalangan siswa karena masih dalam proses uji coba dan penyempurnaan.

Aplikasi itu secara resmi akan diluncurkan pada saat tahun ajaran baru 2018/2019 mendatang yang bisa dimanfaatkan para siswa melakukan bimbel.

Namun untuk pelaksanaan seminar sudah beberapa kali memanfaatkan aplikasi Classmiles yang dapat diakses para pendaftar dari jarak jauh. Salah satunya dalam seminar bertajuk Guru Profesionalisme di Abad ke-21 tersebut.

"Kami mencoba untuk memulainya dari Jogja karena di Jogja banyak guru berkualitas," ungkap alumnus SMAN 2 Jogja dan SMPN 5 Jogja ini.

 

Segi Afektif

Pakar pendidikan menilai berkembangnya teknologi untuk pendidikan memang tak bisa dihindarkan. Aplikasi pembelajaran online memberikan kemudahan bagi para pelaksana pendidikan.

Namun metode itu, hanya mampu menyalurkan sisi kognitif dan psikomotorik saja dan segi afektif susah didapatkan selain melakukan pertemuan langsung.

"Kalau untuk mendukung sisi penambahan pengetahuan dan kemampuan melakukan sesuatu itu bisa dengan pembelajaran online tetapi soal sikap, harus dengan tatap muka," kata Rektor UNY Prof. Sutrisna Wibawa.

Namun ia mengapresiasi, siapa saja yang melakukan inovasi pembelajaran terutama melalui aplikasi online, tak terkecuali munculnya Classmiles.

 

 

Adplus Tokopedia