NU & Muhammadiyah Masih Diperhitungkan Dalam Pencarian Sosok Cawapres Pendamping Jokowi

Joko Widodo - JIBI/Harianjogja
20 April 2018 20:50 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Organisasi massa Islam terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama (NU)dan Muhammadiyah dinilai masih diperhitungan dalam penentuan cawapres yang bakal mendampingi Jokowi pada Pilpres 2019 guna mendongkrak elektabilitas calon.

Pengamat politik dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Banten, Leo Agustino, menilai Calon Wakil Presiden (Cawapres), yang layak disandingkan dengan Joko Widodo (Jokowi) pada pemilu 2019 itu, adalah tokoh Islam yang bisa diterima oleh NU, Muhammadiyah, dan bisa diterima oleh semua partai politik.

"Tentunya bukan tokoh Islam yang berasal dari partai politik yang “ngebet” menjadi Cawapres tentunya," kata Leo Jumat (20/4/2019).

Selain itu, jika calon-calon tersebut yang dipilih oleh Jokowi, maka akan ada resistensi dari partai pendukungnya itu sendiri. Apakah Jokowi harus memilih dari kalangan militer juga untuk menyaingi Gatot Nurmantyo.

"Saya kira logika politiknya tidak begitu. Tidak selalu militer harus dilawan dengan militer lagi, tapi yang penting adalah kemampuan mereka berdua [Capres dan Cawapres] bisa bekerja sama dan menjaga soliditas politik di peebai tingkat," ungkapnya.

Ia menjelaskan, mereka mampu merealisasikan pelayanan pada masyarakat dan menjaga kestabilan politik yang menurutnya agak terkoyak beberapa tahun terakhir.

Sumber : Okezone